Sejarah Gereja di India


A.    Keterangan-keterangan Umum
Sebetulnya India sudah merupakan suatu benua tersendiri, luasnya tidak seberapa kecil dari benua Eropah tanpa Rusia dan mempunyai juga penduduk yang berjumlah lebih dari 367 juta jiwa yang tidak banyak selisihnya dari penduduk Eropa tanpa Rusia.
            Seperti halnya dengan Indonesia maka bangsa India merasa dirinya merupakan satu bangsa, yang terdiri dari banyak bagian yang saling berbeda dalam segala hal.
            Jadi banyak hal yang pararel dengan Indonesia yang dalam semboyannya : Bhineka Tunggal Ika, mengakui adanya golongan yang berbeda-beda juga didalam kesatuan kebangsaan.
            Dalam pada itu kebudayaan dan peradaban di India lebih tua daripada Indonesia dan di negeri-negeri lain di Asia Tenggara.
            Seperti halnya dengan seluruh dunia, maka juga di India keyakinaan keagmaan itu mnerupakan dasar dan pemupuk kebudayaan dan peradaban dan adalah tepat bila India dipandang sebagai negeri kelahiran dilapangan agama-agama hindu.
            Baik agama Hindu maupun agama Budha lahir ditanah India dan meluas dari sana. Juga kedua agama ini diterima Indonesia dari India, dan malahan agama Islam juga terutama dibawa orang-orang dari India ke Indonesia. Dan dari semua negeri disekitar Indonesia, Indialah yang pertama mendapat injil, biarpun justru dalam soal ini sedikit pengaruh India atas Indonesia.
            Menurut geografi, India terdiri dari 3 bagian besar, yakni : dataran sungai gangga dengan sekitarnya jazirah Dekan yang besar itu dan daerah-daerah di sebelah timur,, terutama Assam, daerah aliran-aliran sungai Brahmaputra dan cabang-cabangnya.
Penduduk India sebagian besar bertani. Namun India tidak dapat memenuhi kebutuhan sendiri akan makanan. Kira-kira 20% sampai 30% dari penduduk menderita akibat kekurangan makanan yang timbul sewaktu-waktu. Bala kelaparan sering terjadi. Dalam masa 25 tahun (1879-1900) ada tercatat 18 kali bala kelaparan yang semuanya meminta korban sebesar 26 juta orang. Waktu daerah-daerah beras di Birma dan Muang Thai dalam perang dunia kedua jatuh ditangan jepang sehingga dari negeri-negeri ini tidak dapat datang beras lagi, maka terdapat lagi kelaparan-kelaparan yang hebat yang mengakibatkan matinya berjuta-juta orang.
Selain dari padi tebu dan tanaman-tanaman lain yang menghasilkan makanan, ada juga ditanam teh, kapas, dan jute (guni). Kedua bahan tesebut terakhir ini dikerjakan juga didalam pabrik-pabrik yang besar. Di Benggala dan Bihar terdapat tambang-tambang batu arang, dan ada pula biji besi dan tanur-tanur tinggi untuk meleburnya, sehingga daerah ini merupakan daerah industri yang penting.
Sebagian besar orang-orang India beragama Hindu, yakni lebih dari 300 juta orang. Agama ini mengenal sistem kasta yang sering mengakibatkan pembatasan yang keras diantara golongan-golongan kasta dan sebab itu memberikan sifat istimewa bagi masyarakat bagi India. Selanjutnya agama Hindu sangat toleran terhadap ajaran agama, sehingga di India terdapat bentuk-bentuk agama yang sangat berbeda-beda, dari mistik yang dalam sampai bentuk politheisme dan penyembahan berhala yang kasar.[1]
Republik India (bahasa Hindi: भारत गणराज्य; Bhārat Gaṇarājya) adalah sebuah negara di Asia yang memiliki jumlah penduduk terbanyak kedua di dunia, dengan populasi lebih dari satu miliar jiwa, dan adalah negara terbesar ketujuh berdasarkan ukuran wilayah geografis. Jumlah penduduk India tumbuh pesat sejak pertengahan 1980-an. Ekonomi India adalah terbesar keempat di dunia dalam PDB, diukur dari segi paritas daya beli (PPP), dan salah satu pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia. India, negara dengan sistem demokrasi liberal terbesar di dunia, juga telah muncul sebagai kekuatan regional yang penting, memiliki kekuatan militer terbesar, dan memiliki kemampuan senjata nuklir.
Terletak di Asia Selatan dengan garis pantai sepanjang 7.000 km, dan bagian dari anak benua India, India merupakan bagian dari rute perdagangan penting, dan bersejarah. Dia membagi perbatasan dengan Pakistan, Republik Rakyat Tiongkok, Myanmar. Bangladesh, Nepal, Bhutan, dan Afganistan. Sri Lanka, Maladewa, dan Indonesia adalah negara kepulauan yang bersebelahan.
India adalah letak dari peradaban kuno seperti Peradaban Lembah Sungai Indus dan merupakan tempat kelahiran dari empat agama utama dunia: Hindu, Buddha, Jainisme, dan Sikhisme. Negara ini merupakan bagian dari Britania Raya sebelum meraih kemerdekaan pada 1947. Mayoritas penduduk di India beragama Hindu 80.46%, Islam 13.49%, Kristen 2.34%, Sikh 1.87%, dan sisanya Buddha 0.71%, Jain 0.41%, dan Yahudi. Sensus Penduduk India Tahun 2011 menunjukkan, jumlah penduduk India sudah mencapai 1,2 Milyar penduduk.[2]

B.     Gambaran Singkat Tentang Kekristenan di India  
Kekristenan di India memiliki sejarah yang panjang. Berdasarkan sensus yang dilakukan pada tahun 2011, jumlah orang Kristen sekitar 24 juta jiwa, atau sekitar 2,34% dari keseluruhan penduduk India. Kehadiran  gereja mempunyai pengaruh yang besar juga di India karena pengajarannya yang baik dan menarik hati orang non Kristen, dan karena orang muda Kristen rajin bersaksi tentang Kristus.[3]
Demikian juga bagi mereka yang termasuk dalam kalangan kasta bawah, kekristenan sangat menarik bagi mereka karena mereka mengalami suasana lain dalam kehidupan bergereja Mereka dihargai selaku manusia dan mereka menemukan arti dan tujuan hidup  ketika masuk dalam kekristenan, sebagaimana yang dikatakan H.Berkhof dan I.H. Enklaar dalam bukunya Sejarah Gereja, banyak orang serupa beranggapan bahwa telah berubah hidupnya sejak mereka itu masuk Kristen perubahan yang nyata itu pula menarik orang lain.[4]

C.    Sejarah Kuno dan Zaman Pertengahan
Waktu pemberita injil pertama, berdasarkan perintah Juruselamat mereka memasyurkan Injil kepada semua bangsa tersebar dari Palestina dan kemudian juga dari Yunani, maka zaman besar Asoka yang berusaha menegakkan agama Budha di kerajaanya, yang meliputi hampir seluruh India, belumlah lama berselang. Biarpun agama Hindu pada ketika itu selalu merupakan agama yang terpenting semakin berkembang lagi dengan mundurnya kekuasaan pengikut-pengikut Asoka, namun agama Budha dengan biara-biara dan rahib-rahibnya yang banyak itu, masih merupakan agama yang terbesar, yakni dalam bentuk lama yang lebih sederhana ialah agama Hinayana dan Buddha.
Mungkin dalam masyarakat inilah datangnya pemberita Injil yang pertama. Menurut cerita kuno yang umum dikenal, rasul Thomas sendiri datang di India, terutama di India selatan di Travancore, untuk memasyurkan Injil. Cerita-cerita kuno memang tidak boleh dipercayai begitu saja, tetapi ada petunjuk-petunjuk yang kuat bahwa pada akhir abad ke-2 di India Selatan sudah ada jemaat Kristen. Tetapi tidaklah dapat dipastikan, apakah India Selatan yang dimaksud sekarang : memang ada orang yang mengartikannya itu dengan Arabia Selatan.
Yang pasti ialah, bahwa dalam abad ke-5 ada terdapat jemaat Kristen di India Selatan. Bagaimana Injil dapat menyusup sampai kesana tidak dapat dikatakan dengan pasti. Tetapi diketahuim bahwa ada hubungan antar jemaat-jemaat Kristen ini dan jemaat di kerajaan Pesia (Iran) dimasa raja-raja Sasanida. Dalam konsili oikumenis di Nicea pada tahun 325 ada seorang utusan yang menyebutkan dirinya Jahja orang Persia dari Seluruh Persia dan India Raja. Dalam suatu tulisan lainya ada disebut tentang jemaat Kristen di India, negeri lada. Ada jalanan kafilah melalui daratan dan ada pula hubungan dagang melalui laut ke Iskandaria, kota dagang besar Kristen Gerika, dimana orang-orang India amat terkenal. Di India Selatan sendiri ada terdapat dokumen-dokumen kuno dan salib-salib dengan tulisan bahasa Pahlavi, bahasa yang terpakai dahulu oleh Persia. Ini merupakan petunjuk-petunjuk tentang adanya hubungan dengan orang-orang Kristen di kerajaan Sasanida. Pada permulaan abad ke-7 ternyata jemaat-jemaat di India mengakui kekuasan Patirarch (uskup besar) Nestorian di Ktesifon, ibu kota Persia. Pada waktu itu terdapat jemaat kristen baik dipantai baratdaya di Travancore baik di pantai timur dekat Madras dan mungkin juga malahan daerah-daerah sebelah utara.
Setelah kerajaan Sasanida diruntuhkan orang-orang Arab dan Agama Islam masuk di Persia dan orang-orang Kristen mendapat kedudukan yang lebih rendah. Kemudian pada abad ke-13 ketika Marco Polo, mengunjungi India, ia menceritakan tentang adanya jemaat Kristen disana, baik di pantai barat maupun di pantai timur, yang menamakan diri orang-orang Kristen pengikut rasul Thomas.
Pada tahun 1324, 1330, dan 1346 para misionaris Rum Katolik dalam perjalanan mereka ke Tiongkok, mengunjungi India Selatan dan mereka memberitakan Injil disana tetapi biarpun ada beberapa orang kafir yang dibaptis, namun pekabaran mereka itu tidak mempunyai hasil yang menetap.[5]  

D.    Misi Rum Katolik dari 1500 – 1850
Waktu orang Protugis dibawah pimpinan Vasco da Gama pada akhir abad ke-15 di Portugis pimpinan dibawah Vasco Gama pada akhir abad ke-15 tiba dipantai barat India,  mereka diikuti juga oleh para misionaris-misionaris. Orang-orang Portugis merasa bahwa tugas pemasyuran injil adalah tugas yang sejalan dengan penjajahan dan Paus meletakkan tugas ini diatas bahu raja-raja Spanyol dan Portugal.
 Penjajahan Portugal itu hanya terbatas pada pendirian kantor dagang dibeberapa pelabuhan dan hanya menguasai daerah-daerah kecil disekitar kantor tersebut.  Didaerah itu mereka mengusahakan supaya orang masuk agama Kristen dengan peraturan pemerintah, para misionaris merupakan pegawai raja Portugal.
 Sebaliknya perbuatan:  buruk yang tidak sesuai dengan ajaran Kristen daripada kebanyakan orang-orang Portugal, yang sangat merusak kesusilaan dan melakukan kekejaman disana , sangat menghalangi pekerjaan para misionaris ini.
 Salah satu dari para misionaris perintis adalah Franciscus Xavier (atau Xaverius)  dari tarekat Jesuit ia lahir pada tahun 1506 di Navarre di Spanyol Utara,  berasal dari keluarga bangsawan dan tamatan universitas Sorbonne di Paris, juga temannya yang lebih tua bernama Ignatius Loyola,  yang mendirikan tarekat Jesuit,
Waktu Loyola diminta oleh radja Portugal Johan III untuk menyediakan misonaris-misionaris, ia meminta Xavier. Xavier terus bersedia, demikianlah ia berangkat ke India pada tahun 1541,  la bekerja dahulu berapa waktu di Goa. Maka berangkatlah ia setelah ada terbuka kemungkinan baginya,  mendapatkan orang-orang Parava ialah orang penyelam mutiara dipantai Coromandal,  pantai tenggara dja-  zirah India.  Disini ia memberitakan Injil diantara penduduk nelayan yang hidupnya sederhana itu,  yang meminta perlindungan kepada orang-orang Portugis terhadap gangguan Islam. Xavier mempelajari bahasa para nelayan ini dan mengajarkan pengakuan iman rasuli, Doa Bapa Kami, kesepuluh Firman Tuhan dan Ave Maria serta beberapa doa lainnya kepada mereka.  Ia sangat sayang kepada anak dan mereka ini suka sekali mendengarkan dia.  Dianjurkannya kepada mereka untuk meneruskan injil itu kepada orangtua mereka.  Di 30 buah kampung ia menempatkan pengajaran katekisasi. Seperti biasanya berlaku dikalangan Rum Katolik, ia tidak mengemukakan syarat keras untuk Pembaptisan dan dengan demikian dapat membaptis beribu orang.
Pada masa itu ia berkali-kali mengunjungi Travancore dan berjumpa juga dengan orang Kristen Syria dan Thomas yang berada di sana. Juga disana membaptiskan banyak orang India yang masuk jadi Rum Katolik tetapi dapat hidup rukun dengan jemaat-jemaat Siria.
Nafsu merintis sudah demikian mendalamnya pada Xavier,  sehingga ia tidak dapat lama tinggal disatu tempat, kemudian  ia berangkat pada tahun 1545 ke Malaka dan Maluku. Betul ia dalam tahun 1548 dan 1552 kembali mengunjungi India, tetapi tidak lama lagi bekerja disana. Jemaat Parava yang didirikannya sendiri,  dapat bertahan dan berkembang, dan sampai sekarang masih terdapat disana jemaat Rum Katolik,  jang termasuk jemaat yang terkaya dan terkuat di India.  Laporan tentang Xavier demikian pekerjaan menimbulkan perhatian di Portugal,  sehingga disana didirikan sebuah seminari istimewa untuk misionaris di Coimbra,  dan sejumlah besar orang Jesuit yang besungguh hati dan juga misionaris dari golongan lain dikirimkan ke India,  Bombay, tempat tinggal banyak orang-orang Portugis, menjadi pusat misi.
 Pada waktu itu sampailah berita tentang agama baru itu diistana seorang raja yang pernah menguasai kerajaan Mogol Agung yaitu Kaisar Akbar (1556-1605). Biarpun Akbar sendiri tetap menjadi orang Islam, ia mengizinkan pemberitaan Injil secara luas,  dan demikianlah berdiri gererja Katolik Rum di Agra, Delhi,  Lahore,  Peshawar dan beberapa tempat lainnya. 
juga pengganti kaisar Akbar mengizinkan pekabaran Injil, sampai kaisar Aurengzeb (1658-1707) berkuasa, dia adalah seorang islam fanatik dan menghambat laju penyebaran agama dengan penumpahan darah,  tetapi lebih keras lagi perlakuan yang dia berikan kepada orang yang beragama Hindu daripada terhadap orang Kristen. Jemaat-jemaat dapat bertahan biarpun ada yang murtad dan mengalami kemunduran
Cabang  misi Rum Katolik lainnya yang amat penting berdiri di Madura dan di kerajaan Tanjore didekatnya disebelah selatan. Pada tahun 1605 datanglah disini misionaris Italia bernama Robert de Nobili, lahir dalam tahun 1577,  seorang yang sangat rajin dan penuh semangat memberi kesaksian tentang juruselamat, tapi mempunyai sifat yang sangat aneh. Berasal dari turunan bangsawan dan mempunjai hubungan-keluarga dengan Paus Julius III dan anggota tarekat Jesuit.  Ia mempunyai pendirian yang sangat istimewa tentang dasar pengutusan Injil atau Sending,  karena selalu diusahakannya supaja orang Hindu tetap tinggal Hindu
Dilihatnya bahwa orang Portugis selalu dihina orang-orang Hindu dan orang-orang Kristen Parava yang tinggal dipanatai ikut juga merasakan hinaan ini karena mereka ini dianggap telah masuk kasta Portugis. Oleh karena itu ia hidup sebagai orang Brahmana bertapa, dalam tahun pertama sebagai seoarang sannyasi, orang suci India dan kemudian sebagai gutu India. Ia mempelajari bahasa Sangsekerta, Tamil dan Telugu dan banyak menulis buku penting dalam bahasa-bahasa ini. Ia mengganti bahasa Latin dengan bahasa Sangsekerta sebagai bahasa Liturgi (tata kebaktian) digerejanya. Adanya kasta-kasta dipertahankannya juga dalam gereja lalu menderikan gereja tersendiri bagi sejumlah orang yang tobat dari kasta-kasta yang lebih tinggi, sehingga mereka ini tidak terpaksa bergereja bersama-sama dengan orang-orang Parava Kristen dari kasta yang lebih rendah. Ia juga menerima baik pendapat orang-orang Kristen Thomas yang juga melarang orang-orang yang tidak berkasta masuk gerejanya. Bukan karena ia tidak mau memberikan injil kepada orang-orang ini, sebaliknya, juga diantara mereka ia memberitakan injil dengan rajin dan membantu mereka sekuat tenaganya.
Seperti yang dapat diduga, timbullah perlawanan keras dari pihak misinonaris lainnya terhadap metode dan paham Nobili ini, ia diadukan kepada Paus dengan tuduhan bekerjasaman dengan orang kafir. Uskup besar Goa berpihak padanya dan pembelaannya yang ulung itu dapat diterima.
Pendapat Nobili ini diikuti juga oleh misionaris lainnya, sehingga perlu lebih banyak lagi misionaris synniasi untuk memberitakan injil diantara kasta-kasta yang lebih tinggi, sedang misisonaris lainnya menunjukkan pekerjaannya terhadap kasta yang lebih rendah. Nobili bekerja sampai tahun 1643, ketika itu ia terpaksa pulang ke Eropa karena kesehatannya, disana ia meninggal pada tahun 1656.
Pertemuan antara orang-orang Kristen Rum Katolik yang diperoleh dengan misi Portugis dan orang-orang Kristen Syria dan Thomas yang ada di selatan terutama di Travancore adalah baik. Mereka saling bantu-membantu terhadap orang Islam, yang terlebih pada zaman raja Islam,  Mongol Agung, yang sering kali  bersikap menyerang,  juga terhadap orang Hindu, orang Kristen itu saling membantu. 
Selain dari pusat kegiatan misi Rum Katolik tersebut diatas ini, lambat laun masih terdapat lagi pusat-pusat yang lain dibawah pimpinan orang Portugis seperti Calcutta dan Madras. Tetapi orang-orang Prancis yang menjajah Pondichery disebelah selatan Madras mulai memberitakan Injil dari sana, dan juga misionaris-misionaris Prancis ini mendapat pengikut diantara orang-orang India.
Banyak kesulitan yang dihadapi oleh perjalanan misi Katolik Roma seperti pertikaian dengan misionaris Prancis, pembubaran tarekat jesuit oleh Paus pada tahun 1773,  juga kedatangan negara barat Protestan yang mendirikan pusat perdagangan di India. menyebebakan pada abad ke-18 jumlah orang Kristen berkurang. Angka yang teliti tidak ada, tetapi mungkin sekali orang-orang Kristen Rum Katolik pada tahun 1700 di India berjumlah 1,5 juta, kira-kira tahun 1800 jumlah mereka ditaksir antra 1,2 sampai 1,3 juta.[6]


E.     Sending Denmark-Halle pendahuluan Sending Protestan baru
Negeri:  Protestan Barat,  yang diuga ikut mendirikan kantor-kantor dagang dalam abad ke-16 dipantai India, sayang sekali tidak berbuat apa-apa dalam abad pertama sesudah itu untuk memenuhi suruhan Tuhan Jesus untuk menyiarkan Injil.  Orang Inggris, Nederland dan Denmark betul ada mengirim pendeta ketempat itu tetapi hanya untuk mengurus kerohanian orang-orang sebangsanya. Ada juga kalanya pendeta itu berusaha memberitakan Injil kepada penduduk asli, tetapi hanya secara tidak teratur,  dan perbuatan-perbuatan semacam ini sering tidak disetujui kongsi perdagangan itu arena ditakutkan dapat mengakibatkan gangguan ketentraman.
Tetapi pada permulaan abad ke-18 ada seorang pendeta-istana bernama Ds. Frtans Julius Lutkens diistana raja Denmark, yang mengingatkan rajanya, Raja Frederik IV, agar mengirim seorang misionaris ke daerah perdangangan Tranquebar dipantai Coromandal disebelah selatan bekas jajahan Perancis Pondichery. Didaerah tersebut teradapat daerah pendudukan Denmark yang penting. Pada masa itu belum ada orang Denmark yang sanggup untuk melakukan missi ke daerah teresebut dan oleh karena itu Raja Denmark pun pergi menemui seorang Pietis yang bernama August Herman Francke di Halle untuk mengirimkan utusan ke daerah Tranquebar, maka Francke mengirim Bartholomaus Ziegenbalg dan Heinrich Plutschau. Mereka ini tiba di Tranquebar pada tahun 1706.
Gubernur Denmark sama sekaili tidak setuju dengan tindakan dari raja Denmark ini, sehingga penerimaannya terhadap kedua utusan injil itu dingin sekali. Juga pendeta orang Denmark menentang usaha ini, tetapi mereka bertahan terus, mereka mempelajari bahasa Portugis yang merupakan bahasa pergaulan dan Ziegenbalg yang mempunyai bakat untuk mempelajari bahasa-bahasa cepat juga mempelajari bahasa tamil. Disusunnya tatabahasa daripada bahasa itu dan ia menerjemahkan katekismus Lutheran dan beberapa doa dan nyanyian. Dalam tahun 1711 Ziegenbalg sudah selesai menerjemahkan Perjanjian Baru.
Mereka juga melakukan pendekatan kepada orang-orang hindu dimana pada tahun pertama sudah ada lima orang Hindu yang dibaptiskan, tahun berikutnya sembilan orang.
Dalam tahun 1711 Pluttschau harus pulang kembali ke Eropa karena kesehatannya terganggu tetapi Ziegenbalg tidak mau pulang sehingga menjengkelkan gubernur, yang memenjarakan dia. Tetapi istana Denmark dan juga orang-orang jerman dan malahan di inggirs, sangat memperhatikan nasib utusan-utusan injil yang gagah ini, sehingga ia harus dikeluarkan dari penjara. Dalam pada waktu itu orang-orang Kristen India mengalami penghambatan dan oleh karena injil itu tersebar, tetapi dengan demikian injil ikut terbawa sampai diluar daerah jajahan Denmark. Ziegenbalg tidak dapat lama melakukan penginjilan, hanya 13 tahun. Pada tahun 1719 ia sudah meninggal, pada umur kurang dari 36 tahun, dan ditangisi oleh kira-kira 350 orang Kristen India, yang telah dipimpinnya kepada Tuhan Yesus.
Dalam abad ke-18 ada kira-kira 60 utusan injil yang diutus Halle ke berbagai tempat di India, sehingga terdirilah jemaat Kristen Lutheran yang penting di Tranquebar, Tanjore, Trichinopoly dan Tinnevelly, semuanya terdapat di daerah terselatan, tetapi juga di Madras. Hampir semua jemaat terdiri dari orang-orang Sudra dan Paria, orang-orang dari kasta rendahan dan orang-orang tak berkasta.
Kira-kira menjelang akhir abad ke-18 kegiatan sending di Halle sangat mundur dan lambat laun pengaruh Denmark menghilang, tetapi ada terbentuk jemaat-jemaat Kristen yang merupaan dasar yang kuat bagi Gereja Lutheran di India. Perkumpulan sending Jerman dan Inggris kemudian menaruh perhatian terhadap jemaat ini.[7]

F.     Wiliam Carey perintis dijalan dan bapak Sending Protestan yang baru
Tahun 1793 merupakan adalah tahun penting dalam sejarah sending dan gereja, karena pada tahun itulah datang di India seorang misionaris yang bernama Wiliam Carey, tanggal 13 juni 1793 Carey sampai di Calcutta.
Wiliam Carrey lahir pada tanggal 17 agustus 1761 di Paulerspury, sebuah kampung di Northamptonshire disebelah selatan daerah Inggris Midlands.
Wiliam Carey pergi melakukan missi dengan seorang dokter yang bernama John Tomas dimana ia pernah bekerja di India dan bersedia kembali di sana. Banyak kesulitan yang harus dihadapi oleh Wiliam Carey untuk dapat mengunjungi India, mulai dari ketidaksediaan istrinya pergi ke India, kapal yang rusak diterjang taufan di dekat pantai inggris, hutang dan pengurusan surat yang tidak beres sehingga mereka tidak memiliki ijin untuk dapat berlayar ke India. Tetapi Carey tidak memperdulikan itu semuanya. Ternyata ada sebuah kapal Denmark yang bersedia membawa mereka dan berangkatlah merreka pada tanggal 13 juni 1793. Setelah tiba di India, di Calcutta, sesampainya di Calcutta habislah uang yang ia bawa dihabiskan oleh temannya yaitu Thomas; Istri Carey lebih banyak menyusahkan dia. Oleh karena itu Carey pun mulai bekerja beberapa bulan sebagai petani tetapi ini sulit dia kerjakan karena dalam iklim panas. Kemudian ia diangkat menjadi pemimpin pabrik nila dengan gaji yang bagus. Disamping bekerja Carey pun melakukan penginjilan, dan terutama mempelajari bahasa Benggala yang dengan cepat dipelajari orang yang penuh bakat ini, dan juga bahasa sansekerta yang itu, yakni bahasa kuno buku-buku keagamaan India, dapat dikuasainya. Dalam beberapa tahun ia dapat menerjemahkan Perjanjian Baru kedalam bahasa Benggala dan juga menulis sebuah tata-bahasa daripada bahasa itu.
Kemudian Carey mengirim surat ke Inggris untuk meminta bantuan. Ada dikirmi empat orang pada 1799, diantaranya dua orang yang terkenal sebagai pembantu Carey yang setia, yakni Wiliam Ward dan Josua Marshman . Waktu mereka tiba di Calcutta, kompeni Inggris di India melarang mereka memberitakan Injil. Pada waktu terjadi peperangan dengan Napoleon, orang takut akan pecahnya keributan kegamaan. Tetapi orang-orang Denmark mau mengijinkan mereka masuk didaerah jajahan mereka di Serampore tidak jauh disebelah utara Calcutta. Carey juga pindah ketempat itu, lalu mulailah masa kerja-sama yang diberkati diantara ketiga orang ini, Carey, Ward, dan Marshman, yang dalam sejarahwan sending sering disebut dengan trio Serampore. Untuk ini Carey melepaskan pekerjaanya dalam pabrik nila, tetapi ketiga orang ini mendapat pekerjaan yang lain di Serampore untuk nafkah mereka. Ward membawa percetakan dan adalah seorang ahli percetakan, Marshman menjadi guru pada sekolah pada sekolah anak-anak Eropa dengan gaji yang lumayan. Carey sendiri diangkat jadi profesor di Calcutta, di Fort Wiliams College, khusus untuk pegawai-pegawai inggris pada kompeni itu, untuk mengajarkan bahasa Bengala, Sangsekerta dan Mahrati. Semua pendapatan mereka dimasukkan kedalam kas pekabaran injil bersama, dan dalam hampir 25 tahun kerjasama trio itu – Ward meninggal dalam tahun 1836 – mereka memberikan banyak uang mereka untuk pekerjaan pekabaran injil.
Mereka dengan giat memberikan injil ; pada tahun 1800 sudah ada seorang Hindu yang percaya dapat dibaptis. Mempelajari bahasa dan menterjemahkan Alkitab tetap merupakan salah satu bagian terpenting afari pekerjaan mereka, dan untuk ini mereka sering mengadakan perjalanan. Bersama-sama mereka menerjemahkan Alkitab atau bagian-bagian Alkitab ke dalam 40 bahasa, diantaranya 27 dikerjakan oleh Carey sendiri. Juga diterjemahkan buku-buku India penting. Pekerjaan pekabaran injil mereka cepat meluas, pada tahun 1813 Sending Baptis Inggris sudah mempunyai 33 pos pekabaran dengan 63 utusan injil. Serampore tetap menjadi pusat. Carey meninggal pada tanggal 9 Juni 1834, pada umur 73 tahun, di Serampore.[8]

G.    Sending Protestan dari tahun 1813 sampai Mutiny (Pemberontakan)
Disamping tahun 1793, maka juga tahun 1813 merupakan tahun yang sangat penting bagi sending di India. Pada tahun itulah Charter atau Piagama East India Company Inggris diperbaharui dan didalamnya ditentukan oleh pemerintah Inggris bahwa Company itu diwajibkan mengijinkan Sending bekerja di daerahnya dan malahan membantunya. Sebelum itu kompeni tersebut selalu mencoba menghalangi usaha pekabaran injil malahan dicobanya agar orang Denmark di Serampore juga melarang pekabaran injil di daerah mereka. Kemudian, setelah ini ternyata tidak berhasil, tetaplah orang merintanginya. Tetapi piagam baru tahun 1813 itu menimbulkan kemungkinan-kemungkinan besar bagi Sending. Salah satu orang yang paling banyak mempengaruhi pemerintahan inggris agar ketentuan ini dimuat dalam piagama yang diperbaharui dari Kompeni itu adalah Wiliam berforce, yang juga terkenal karena perjuangannya yang keras unutk membasmi perbudakan. Ia adalah salah satu tokoh yang paling terkenal dalam agama Kristen di Inggris pada waktu itu.
Dalam pertengaan pertama abad ke-19 pekerjaan pekabaran injil itu berkisar sebagian besar disekitar ketiga pusat besar dari kekuasaan inggris, yakni di Calcutta, Bombay, dan Madras. Perkumpulan-perkumpulan pekabaran injil tersebut diatas itu kebanyakan bertempat di ketiga kota ini.
Mula-mula hanya ada seorang uskup saja yang bekerja di Calcutta. Tetapi dalam tahun 1833 Bombay dan Madras menjadi tempat uskup juga. Uskup Daniel Wilson yang bekerja di Calcutta daritahun 1832 sampai 1858, diangkat menjadi uskup agung. Ia terkenal karena perlawanannya terhadap sistem kasta didalam gereja, Church Missionary Society selalu mengutus sejumlah besar utusan-utusan injil; dalam 10 tahun pertama sejak tahun 1813 jumlah mereka sudah 26 orang. Dari Calcutta lambat laun didirikan pos-pos sending dilembah sungai Gangga, sedangkan disebelah Selatan di Travancore dan Tinnevely pekerjaan juga giat dilakukan. Didaerah tersebut terakhir ini mereka menjalin komunikasi yang baik dengan orang-orang Kristen Syria atau Thomas. Sejak dari mulanya tidak ada maksud mereka untuk membuat mereka menjadi orang-orang Kristen Anglikan tetapi untuk membantu mereka mengangkat hidup kegerejaan mereka yang semakin membeku itu. Namun demikian, jalinan komunikasi ini mengakibatkan keretakan dalam gereja-gereja Syria, dalam tahun 1836 sebagian besar dari orang-orang Kristen Syria menggabungkan diri dalam Mar Thomas Church, mereka inilah yang ingin hidup berdekatan dengan kaum Anglikan dan mau mendengarkan nasihat-nasihat mereka, berlainan dengan golongan yang agak konservatif.
Para utusan dari London Missionary Society memasuki benares dari Calcuctta, yang merupakan kota suci orang Hindu dan dari Madras masuk di Bellary, dekat daerah Haiderabad dan sampai Bangalorem, ibukota Mysore. Juga mereka bekerja di Travancore dan mendirikan pos baru di Vizagapatam, sebuah kota dipantai pertengahan antara Madras dan Calcutta. Dari Bombay orang-orang Amerika mendirikan pos baru di Ahmednagar dekat perbatasan barat Haiderabad. Juga mereka itu bekerja disebelah selatan di Madura,
Orang-orang Skotlandia juga melakukan kegiatan sending di India terutama didaerah Calcutta dan Bombay, utusan injil mereka yang pertama datang ke Calcutta ialah  Alexander Duff, salah satu tokoh penting pada pada waktu itu. Duff mendirikan sekolah Inggris yang segera dibanjiri oleh murid-murid. Juga timbul persahabatan yang erat antara Duff dan seorang Brahmana yang taat kepada agama bernama Ram Mohan Roy, yang betul ia tidak menjadi Kristen tetapi berdiri dekat dengan agama Kristen dan yang mendirikan suatu mazhab Hindu yang sinkretistis, yakni Brahmo Samaj. Ia sangat banyak membantu Duff dalam pekerjaannya.
Utusa-Injil Skotlandia yang lain seperti Duff ialah John Wilson yang juga mendirikan sekolah yang sama di Bombay pada tahun 1829, yang banyak bekerja untuk pengumpulan naskah-naskah Sangsekerta. Perguruan tinggi yang diselenggarakannya berkembang menjadi universitas di Bombay. Juga misionaris seperti  Stephen Hislop yang mendirikan pos Sending baru di Nagpur, sending baptis juga berkembang di propinsi lain seperti Orissa, Assam yang terletak di sebelah timur India.
Oramg-orang Amerika juga mulai melakukan tugas penginjilan melalui seorang dokter yang bernama John Scudder bersama ke dua putera tertuanya pada tahun 1853, mereka mendirikan rumah sakit di Arcrot disebelah baratdaya Madras, ini yang kemudian menjadi pusat Sending Arcrot dimana paling sedikit tiga keturunan keluarga Scudder bekerja.
Gossner Mission Jerman tahun 1839 juga melakukan penginjilan di lembah sungai Gangga, terutama daerah sekitar Patna dan Benares dan seterunya dalam tahun 1845 didaerah Chota Nagpur di Ranchi sebelah barat Calcutta.
Walaupun ada orang-orang yang menjadi Kristen dikebanyakan daerah pekabaran injil, namun jumlah mereka yang bertobat ini sangat sedikit sekali, dalam tahun 1857 jumlah mereka seluruhnya belum mencapai 20.000 orang Kristen Protestan.
Dalam tahun 1857 pecahlah perang yang biasa disebut dengan Mutiny atau pemberontakan tentara. Orang-orang sepoy , ialah serdadu-serdadu India yang masuk ketentraan Inggris, memberontak di seluruh India Utara dari Dacca dan Calcutta di sebelah timur sampai Rawalpindi dan Peshawar disebelah barat. Banyak orang Inggris yang berada didaerah pedalaman itu, juga beberapa orang utusan-injil dan orang-orang Kristen India, mati dibunuh. Seakan-akan orang-orang Inggris sudah akan terusir dari India. Tetapi pasukan-pasukan di Madras Presidency tetap setia kepada pemerintahan Inggris dan juga di Bombay Presidency orang-orang India tidak ikut. Itulah sebabnya orang-orang Inggris dapat bertahan dan akhirnya dengan banyak pertumpahan darah dapat menguasai pemberontakan. Dengan pemberontakan ini juga berakhirlah keadaan aneh, bahwa kedaulatan dipegang oleh suatu kompeni dagang. Seluruh India dimasukkan dibawah pemerintah kolonial Inggris dalam 1858, sebagian langsung, sebagian dengan perantara raja-raja India. Sesudah Mutiny ini terbitlah masa yang baru sama sekali.[9]
                                                                      


H.    Masa sesudah Mutiny sampai kira-kira 1913 Gerakan-gerakan massa
Masa mutny merupakan pukulan yang berat bagi proses penginjilan, dikarenakan 38 orang penginjil terbunuh, tetapi dengan datangya kolonial Inggris membawa keuntungan besar, baik untuk sending Protesta maupun Katolik Roma.
Permulaan pemerintahan kolonial Inggris di India, Ratu Victoria mengeluarkan proklamasi dimana menyatakan kepercayaan mereka terhadap agama Kristen menyatakan kesediaannya melakukan penginjilan sedapat mungkin, menjaga adanya kebebasan beragama. Oleh karena itu negara sendiri tidak melakukan pekabaran injil seperti yang dilakukan orang-orang Portugis, tetapi mau memberi bantuan moril pada umumnya dan juga bantuan untuk perguruan dan usaha pengobatan, yang dianggap untuk kepentingan hidup rakyat seluruhnya.
Orang-orang Inggirs mulai dengan membuat jalan-jalan kereta api dan pengairan kemanan menjadi baik dan demikian juga pelaksanaan hukum, dan “pax Britanica” ini memberi kesempatan baik kepada Sending dan Misi. Teristimewa pada lapangan perguruan terdapat banyak kesempatan yang baik. Orang-orang India menyadari pengtingnya pengetahuan bahasa Inggris bagi anak-anak mereka dan oleh karena para penginjil itu adalah guru-guru yang baik dan oleh karena Sending dan Misi dapat menyediakan tenaga yang cukup, maka usaha perguruan Kristen berkembang dengan cepat.
Sebelum Munty orang yang menjadi Kristen itu hampir selalu perseorang saja, tetapi dalam masa yang berikutnya ini berlainan. Terutama sesudah bala kelaparan tahun 1878, itu terjadi dikarenakan tindakan dari para penginjil yang memberikan bantuan materil kepada kaum paria dan dan sudra juga kepada kaum tak berkasta yang memunculkan pemikiran bahwa ada kemungkinan hidup yang lebih baik jika mereka masuk Kristen sehingga banyak orang berduyun-duyun masuk Kristen pada masa itu. Melalui proses tersebut proses penginjilan mulai banyak terjadi diberbagai daerah, juga denominasi gereja mulai banyak melakukan penginjilan seperti Sending Anglikan, Utusan Penginjil Skotlandia, London Misionary Society, Kaum Presbiterian Amerika American Board, Methodis, Bala Keselamatanm Chirstian and Missionary Alliance, Perkumpulan pekabaran Injil di Australia, Selandia Baru, dan Canada, Advent Hari Ketujuh.
Orang Kristen India sendiri juga mulai melakukan penginjilan. Pada tahun 1888 berdirilah Mar Thoma Syrian Christian Evangelistic Associaton, didirikan oleh orang-orang Kristen Mar Thoma,yang didirikan oleh golongan rakyat yang tertindas di Travancore. Beberapa tahun kemudian berdiri National Missionary Society of India dibawah pimpinan Azariah yang kemudian menjadi uskup dan seorang Kristen India yang berpengaruh bernama K.T.Paul.
  Kira-kira tahun 1913 jumlah orang-orang Kristen R.K di India ada 2,2 juta, diantaranya 300.000 diaerah Portugis dan 25.000 didaerah Prancis selanjutnya 365.000 orang memakai tata kebatktian Syria. Waktu itu ada lebih dari 2100 orang padri, diantaranya lebih dari setengah orang-orang India. Jumlah orang Kristen Protestan ada kira-kira 1 Juta dan utusan-utusan injil kira-kira 5400 orang. Disamping itu ada lebih dari 20.000 orang India tenaga pembantu. Kecuali itu gereja R.K mempunyai lagi 500 pastor biasa dan 3000 suster dalam dinas Misi.[10]

I.       Dari Perang dunia pertama sampai perang dunia kedua.Kehendak akan kemerdekaan dan persatun dalam gereja-gereja di India
Beberapa orang Kristen memiliki hal yang serupa dengan orang Hindu dalam hal memberitakan Injil yakni dengan cara pergi berkelana kemana-mana, dan sifat seperti ini dikenal sebagai orang sam yasi atau sadu. Dan yang paling simpatik dan terkenal adalah Sadu Sundar Singh, dan dari keluarga shik ini sendiri yang lahir menjadi pengabar injil dan menjadi pengikut Kristus adalah Thojo yang dia memiliki kepercayaan yang teguh dan ia merupakan tokoh yang memiliki perasaan kemanusiaan yang baik. Walaupun ketika dia pergi mengabarkan Injil kedaerah Tibet, dia tidak kembali dan orang India akhirnya memandang dia adalah sorang suci. Dan lambat laun, seiring dengan perjalanan waktu maka orang india menjadi insaf, dan mereka memiliki suatu sifat untuk tidak menyamakan agama Kristen dengan dunia Barat (yang dikenal sebagai asal agama Kristen) yang terkenal dengan materealistis.
Dan dengan berjalannya waktu, hampir disemua daerah pekabaran Injil (zending) yang dilakukan oleh gereja telah menampakkan hasil positif dengan bersirinya gereja-gereja yang berdiri sendiri dibawah pimpinan orang India sendiri. Walaupun hal ini tidak berlangsung dengan baik, karena adanya masih campur tangan Dewan pimpinan dari barat yang ingin bertindak sebagai wali.
Dan ditahun 1922, pada kaum Anglikan yang dipimpin oleh dewan-dewan dan sinode otonom melakukan penggabungan 13 distrik menjadi sebuah nama “the Churrch of Indian, Burman and Ceylon”. Yang di dalam penggabungan akhirnya pada tahun 1930, Gereja Anglika India ini tidak lagi di campuri oleh Ingris lagi, dan Uskup Azariah, menjadi Uskup pertama orang India sejak tahun 1912, di Dornakal, dan ia dikenal sebagai Uskup yang bijaksana, dan membuat suatu gerakan besar sepanjang aliran sungai Godawari, dan akhirnya timbulah saksi-saksi Kristus yang akhirnya membawa orang-orang sebangsanya yang beragama Hindu menjadi Kristen.
Dalam perkembangannya munculah juga kaum Methodis tahun 1920 dengan nama the Methodist Episcopal; Church of Soulthern Asia, dan tahun 1930 orang India pertama yang menjadi uskup adalah Jashwant Rao Chitamber, dan kemudian diikuti olek kaum Lutheran dari Jerman yang pada tahun1919 mendirikan Tamil evangelical Lutheran Church, dan barulah ditahun 1956, barulah ada uskup pertama orang India di kaum Lutheran in yang bernama uskup Dr. R. Manikam yang ia ditahbiskan di India.
Kehendak akan adanya persatuan dalam gereja di India, maka terbentuklah organisasi National Christian Council of India, Burma, and Ceylon, yang terbentuk pada tahun 1912, yang dimana organisasi ini terbentuk dari pada Dewan Kristen nasional tahunn 1920, yang bernama National Missionary Council. Organisasi ini sendiri terbentuk karena diadakannya konferensi Pekabaran Injil Internasional tahun 1910 di Edinburgh, yang dipimpin oleh ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Sedunia, yaitu Dr. John R. Mott, yang menjabat sebagai sekretaris untuk India yang ditunjuk oleh Ingris, dengan alasan ia telah bekerja bertahun-tahun menjadi tenaga utusan untuk India.
Dan dalam perkembangan teologia di India, sinkretisme merupakan bahaya besar. Namun itu tidak berpengaruh besar karena terbukti dengan berdirinya 100 sekolah menengah Kristen dan kira-kira 12.000 sekolah rendah Kristen, rumah sakit berdiri. Dan lapangan pekerjaan lainnya sangat menarik perhatian yaitu reconstruction (pembangunan desa). Yang pembangunan perekonomian desa yang sehat dibawah pimpinan Sending, dengan memakai cara-cara ilmiah modern dalam pertanian.
Konferensi Pekabaran Injil Sedunia ketiga yang diselenggarakan oleh Dewan Pekabaran Injil Internasional yang diadakan di India dalam tahun 1938 di Tambaram dekat Madras. Dan ini menjadi pendorong besar bagi orang Kristen di India bahwa pengikut Tuhan Yesus Kristus ada diseluruh bangsa-bangsa didunia.[11]

J.      Gereja di India Merdeka
Dalam perang dunia kedua, India berdiri lagi dengan penuh keyakinan disamping Ingris oleh karena orang-orang India menginfasi terhadap sistem totaliiter dari Jermn dan Jepang  dan kemakmuran bersama di Asia Dibawah pimpinan Jepang, yang mereka mempropagandakan tidak akan memberikan kemerdekaan yang diindam-idamkan.
Namun dengan lambat laun dengan dibentuknya undang-undang baru bagi republik India yang berdaulat dan merdeka diumumkan pada 26 januari 1950, yang kemudian di dalam undang-undang ini sangatlah ditegaskan bahwa setiap orang mempunyai hak asasi untuk memeluk agamanya, menjalankan dan mempropagandakannya. Dan perkumpulan-perkumpulan Pekabaran Injil luar negeri hanya harus mempunyai injil dari National Christian Council of India.
Dimasa kemerdekaan India tidaklah selalu berjalan dengan lancar, salah satu bukti dengan munculnya gerakan Hindu ortodoks yang fanatik, yakni Mahasabha. Gerakan ini sangat menentang asas-asas demokrasi negara  hukum, yang juga merusak susunan kasta-kasta, namun bahaya yang sebenarnya tidaklah itu, melainkan terletak pada kebencian dan perlawanan yang mengidentikkan Hinduisme dengan kebudayaan dan sifat-sifat bangsa India, dan monolak agama Kristen sebagai tanaman asing yang terlebih–lebih karena dibawa oleh orang Ingris, karena Ingris merupakan negara barat yang demikian lamanya menjajah India.
Dengan adanya gerakan-gerakan yang berusaha merusak gereja, sehingga timbulah pertanyaan, apakah Gereja Kristus di India masih memerlukan tenaga utusan asing, walaupun nasionalisme yang kuat dimiliki oleh orang Kristen di India? Dan ketika pertanyaan ini dilanturkan kepada orang Kristen di India mereka malah menjawab orang-orang luar negeri akan diterima dengan senang sebagai pembantu yang dihargai dalam pembangunan Gereja Kristus selanjutnya di India, walaupun pemerintah sering kali keberatan, teristimewa bila kepada pembesar-pembesar yang bersangkutan tidak selalu dapat dibuktikan, bahwa pekerjaan yang dikerjakan tidaklah selalu dapat dibuktikan, bahwa pekerjaan yang akan dikerjakan orang-orang luar negeri dapat dilakukan oleh orang-orang India sendiri.
Dan gerakan persatuan kegerejaan, pada tanggal 27 September 1947, mengalami hal yang bersejarah. Diwaktu itu ketika dalam kebaktian penuh khidmat di Madras diumumkan berdirinya “Church of South India” dan Gereja Persatuan yang baru ditahbiskan, dan hasil ini terdapai melalui perundingan yang lama, yakni selama 30 tahun. Dan Uskup Azariahlah dari Dornakal dan Ds. Santiago dari South India United Cruch adalah pemimpin-pemimpin terkemuka dalam kepanitiaan, dan ditahun 1925, kaum Methodis Wesleyan Ingris ikut bergabung.
Dan proses pertumbuhan kepersatuan berjalan dengan lancar dan sesuai degan harapan semula. Dan tahun 1951 didirikannya, “Central Christian Institution for the study of Socio-political problems”. Dan pengangkatan orang-orang India yang menduduki pangkat-pangkat yang tinggi didalam gereja-gereja India dan yang berhubungan dengan itu terus berlaku, dan hal seperti ini akhirnya menghasilkan sesuatu yang sangat baik, yakni dengan diangkatnya sorang India yang menjadi uskup agung dalam Gereja Anglika di India, tahun 1950.
Dengan pertumbuhan orang Kristen yang semakin bayak di India, yang hampir diseluruh negeri ternyata tidak sama, seperti dilembah sungai Gangga, pusatk keHinduan, jumlah penganut Kristen tetap kecil, walupun telah banyak dilakukan pekabaran Injil dilakukan. Dan satu tempat lagi seperti pegunungan Himalaya, sedikit sekali terdapat orang-orang Kristen, namun ada yang menarik didaerah Assam terdapat setengah juta orang kristen, yang padahal disana hampir semuanya berasal dari suku primitif.
Dan pada akhirnya semoga orang Kristen, atau jemaat di India tetap menjadi garam yang mengasini, terang yang menerangi dan kota diatas bukit, sesuai dengan firman Juruselamat, sehingga dengan demikianlah akan timbul masa depan yang indah, walaupun kedudukan yang sukar dan merupakan minoritas yang lemah, pasti tidak akan mengecewakan, karena Tuhan akan menyertai kita semua.[12]



Kesimpulan dan Perbaikan Kelompok
Terdapat kesimpangsiuran  berita tentang sejarah awal masuknya injil di India, namun dari catatan bapa-bapa gereja diperoleh sebuah jawaban yang mengacu pada seorang dari rasul Tuhan Yesus, yaitu Tomas, sebagai orang pertama yang masuk ke India, khususnya India selatan  untuk memberitakan injil. Cerita ini didukung oleh tulisan-tulisan Siria lain dari zaman itu. Gereja Mar-Tomas di India mempertahankan tradisi kuno, baik dalam bentuk puisi maupun nyanyian, bahwa Tomas datang ke Malabar tepatnya di India pada tahun 52 M. Menurut tradisi yang tidak tertulis itu, Tomas mendirikan tujuh jemaat Kristen di daerah pantai barat.[13]
       Tentang Tomas ini, ada juga yang tidak memperjelas bahwa dia adalah seorang rasul Tuhan Yesus, melainkan hanya mengatakan bahwa dia adalah seorang pedagang yang datang bersama 300 orang lainnya di India selatan untuk mengungsi dan pada akhirnya mendirikan gereja “Mar Thoma” yang dikenal hingga sekarang, seperti yang dikatakan oleh Dr. TH. Van Den End dalam bukunya “Harta Dalam Bejana”[14].  Namun oleh bapa-bapa gereja diakui bahwa dia adalah Thomas rasul Tuhan Yesus, dan dia diakui sebagai perisntis pertama masuknya injil di India.
Menurut Paus Benedictus XVI, pada tanggal 27 September 2006, "tradisi kuno menyebutkan bahwa Tomas mula-mula mengabarkan Injil di Suriah dan Persia (disinggung oleh Origenes, menurut Eusebius dari Kaisarea, Ecclesiastical History 3, 1) kemudian meneruskan ke India barat (menurut Acts of Thomas 1–2 dan 17ff.), dari sana pula ia akhirnya mencapai India selatan. Ia diyakini berlayar ke India pada tahun 52 M untuk mengabarkan Injil kepada orang Yahudi diaspora di Kerala. Kemudian ia ke Palayoor (sekarang dekat Guruvayoor) dan pada tahun 52 itu pula sampai ke bagian selatan yang sekarang menjadi negara bagian Kerala, di mana ia mendirikan Ezharappallikal atau "Tujuh Setengah Gereja".[15]
        Menurut kisah Rasul Tomas, sehari setelah pentakosta kedua belas rasulmembuang undi untuk menentukan kemana setiap orang diutus untuk mengabarkan injil. Rasul Tomas mendapat tugas di India, tetapi ia tidak mau pergi ke sana, meskipun Tuhan Yesus menampkkan dirinya kepadanya dalam mimpi. Oleh karena itu Tuhan mengatur agar Tomas dijual menjadi budak kepada seoarang pedagang di India yang bernama Habban, yang datang ke Yerusalem untuk mencari tukang kayu.[16] Meskipun menghadapi banyak tantangan dan kesulitan menginjili karena latar belakang budaya kasta dan beragam system kepercayaan yang cukup besar pengaruhnya bagi pekerjaan pemberitaan injil di negeri ini, bahkan mengalami penolakan, Tomas tetap melayani dengan setia sampai mati.
        Menurut tradisi, Tomas mati ditusuk tombak di St. Thomas Mount di Chennai, di tangan tokoh-tokoh Brahmana di Mylapore, dekat Madras dan dimakamkan di dalam San Thome Cathedral Basilica. Pada tahun 232 sebagian besar barang peninggalan rasul Tomas yang dianggap berharga diserahkan oleh seorang raja India untuk dibawa ke kota Edessa, Mesopotamia. Berkenaan dengan peristiwa itu disusunlah kitab Acts of Thomas dalam bahasa Suriah.  Demikian riwayat pelayanan  Tomas di India. Ia mati sebagai martir, namun pekabaran injil yang dirintisnya tidak  mati melainkan tetap hidup dan terus berkembang.
Proses penginjilan di India kemudian berlanjut melalui misi Roma katolik pada tahun 1500-1850 dengan tokoh seperti Franciscus Xavier (atau Xaverius)  dari tarekat Jesuit, Igntius Loyola, Robert de Nobili. Mengenai metode yang digunakan pada masa penginjilan roma ini seperti :
·         Xavier mempelajari bahasa para nelayan ini dan mengajarkan pengakuan iman rasuli, Doa Bapa Kami, kesepuluh Firman Tuhan dan Ave Maria serta beberapa doa lainnya kepada mereka.  Ia sangat sayang kepada anak dan mereka ini suka sekali mendengarkan dia.  Dianjurkannya kepada mereka untuk meneruskan injil itu kepada orangtua mereka, tidak mengemukakan syarat keras untuk masuk menjadi jemaat
·         Nobili, idup sebagai orang Brahmana bertapa, dalam tahun pertama sebagai seoarang sannyasi, orang suci India dan kemudian sebagai gutu India. Ia mempelajari bahasa Sangsekerta, Tamil dan Telugu dan banyak menulis buku penting dalam bahasa-bahasa ini. Ia mengganti bahasa Latin dengan bahasa Sangsekerta sebagai bahasa Liturgi (tata kebaktian) digerejanya.

Proses penginjilan kemudian juga dilakukan oleh Sending Denmark-Halle yang merupakan pendahuluan Sending Protestan baru, beberapa tokoh terkenal seperti, Bartholomaus Ziegenbalg dan Heinrich Plutschau yang tiba di Tranquebar pada tahun 1706,  dengan metode memperlajari bahasa Tamil, melakukan pendekatan kepada orang hindu, menerjemahkan katekismus Lutheran dan beberapa doa dan nyanyian.
Wiliam Carey juga melakukan proses perintisan, Carey  sampai  di India, 13 juni 1793 Carey sampai di Calcutta, juga dibantu dua penginjil lainnya Wiliam Ward dan Josua Marshman sehingga mereka bertiga disebut sebagai trio serampore, beberapa usaha yang mereka lakukan,  Ward membawa percetakan dan adalah seorang ahli percetakan, Marshman menjadi guru pada sekolah pada sekolah anak-anak Eropa dengan gaji yang lumayan. Carey sendiri diangkat jadi profesor di Calcutta, di Fort Wiliams College, khusus untuk pegawai-pegawai inggris pada kompeni itu, untuk mengajarkan bahasa Bengala, Sangsekerta dan Mahrati. Semua pendapatan mereka dimasukkan kedalam kas pekabaran injil bersama, dan dalam hampir 25 tahun kerjasama trio itu – Ward meninggal dalam tahun 1836 – mereka memberikan banyak uang mereka untuk pekerjaan pekabaran injil, mereka menerjemahkan Alkitab atau bagian-bagian Alkitab ke dalam 40 bahasa, diantaranya 27 dikerjakan oleh Carey sendiri. Juga diterjemahkan buku-buku India penting, pada tahun 1813 Sending Baptis Inggris sudah mempunyai 33 pos pekabaran dengan 63 utusan injil. Serampore tetap menjadi pusat.
Sending Protestan tahun 1813 sampai Mutny, Disamping tahun 1793, maka juga tahun 1813 merupakan tahun yang sangat penting bagi sending di India. Pada tahun itulah Charter atau Piagama East India Company Inggris diperbaharui dan didalamnya ditentukan oleh pemerintah Inggris bahwa Company itu diwajibkan mengijinkan Sending bekerja di daerahnya dan malahan membantunya. Sebelum itu kompeni tersebut selalu mencoba menghalangi usaha pekabaran injil malahan dicobanya agar orang Denmark di Serampore juga melarang pekabaran injil di daerah mereka. Kemudian, setelah ini ternyata tidak berhasil, tetaplah orang merintanginya. Tetapi piagam baru tahun 1813 itu menimbulkan kemungkinan-kemungkinan besar bagi Sending. Salah satu orang yang paling banyak mempengaruhi pemerintahan inggris agar ketentuan ini dimuat dalam piagama yang diperbaharui dari Kompeni itu adalah Wiliam berforce. Beberapa tokoh lain pada masa ini seperti,
·         Uskup Daniel Wilson yang bekerja di Calcutta daritahun 1832 sampai 1858, diangkat menjadi uskup agung. Ia terkenal karena perlawanannya terhadap sistem kasta didalam gereja
·         Alexander Duff mendirikan sekolah Inggris yang segera dibanjiri oleh murid-murid. Juga timbul persahabatan yang erat antara Duff dan seorang Brahmana yang taat kepada agama bernama Ram Mohan Roy, yang betul ia tidak menjadi Kristen tetapi berdiri dekat dengan agama Kristen dan yang mendirikan suatu mazhab Hindu yang sinkretistis, yakni Brahmo Samaj
·         John Wilson yang juga mendirikan sekolah yang sama di Bombay pada tahun 1829, yang banyak bekerja untuk pengumpulan naskah-naskah Sangsekerta. Perguruan tinggi yang diselenggarakannya berkembang menjadi universitas di Bombay.
·         John Scudder bersama ke dua putera tertuanya pada tahun 1853, mereka mendirikan rumah sakit di Arcrot disebelah baratdaya Madras, ini yang kemudian menjadi pusat Sending Arcrot
Masa sesudah Mutiny sampai kira-kira 1913 Gerakan-gerakan massa, Masa mutny merupakan pukulan yang berat bagi proses penginjilan, dikarenakan 38 orang penginjil terbunuh, tetapi dengan datangya kolonial Inggris membawa keuntungan besar, baik untuk sending Protesta maupun Katolik Roma, beberapa peristiwa penting pada masa masa ini, Pada tahun 1888 berdirilah Mar Thoma Syrian Christian Evangelistic Associaton, didirikan oleh orang-orang Kristen Mar Thoma,yang didirikan oleh golongan rakyat yang tertindas di Travancore. Beberapa tahun kemudian berdiri National Missionary Society of India dibawah pimpinan Azariah yang kemudian menjadi uskup dan seorang Kristen India yang berpengaruh bernama K.T.Paul.
Dari Perang dunia pertama sampai perang dunia kedua.Kehendak akan kemerdekaan dan persatuan dalam gereja-gereja di India, beberapa tokoh penting, Sadu Sundar Singh, dan dari keluarga shik ini sendiri yang lahir menjadi pengabar injil dan menjadi pengikut Kristus; juga beberapa peristiwa penting, 1922 didirikan  the Churrch of Indian, Burman and Ceylon”, 1920 the Methodist Episcopal; Church of Soulthern Asia, 1930 orang India pertama yang menjadi uskup adalah Jashwant Rao Chitamber, dan kemudian diikuti olek kaum Lutheran dari Jerman yang pada tahun1919 mendirikan Tamil evangelical Lutheran Church, dan barulah ditahun 1956, barulah ada uskup pertama orang India di kaum Lutheran in yang bernama uskup Dr. R. Manikam yang ia ditahbiskan di India. National Christian Council of India, Burma, and Ceylon (1912), Konferensi Pekabaran Injil Sedunia ketiga yang diselenggarakan oleh Dewan Pekabaran Injil Internasional yang diadakan di India dalam tahun 1938 di Tambaram dekat Madras.
Gereja di India merdeka, peristiwa penting 27 September 9147 dalam kebaktian penuh khidmat di Madras diumumkan berdirinya “Church of South India” dan Gereja Persatuan yang baru ditahbiskan, dan hasil ini terdapai melalui perundingan yang lama, yakni selama 30 tahun, 1951 didirikannya, “Central Christian Institution for the study of Socio-political problems”.




Daftar Pustaka
Buku Utama :
J.D. Wolterbeek,                                             Geredja2 di Negeri2 Tetangga Indonesia, Jakarta: BPK, 1959
Buku Pendukung :
Anner Ruck,                                                    Sejarah Gereja Asia, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2008
Dr. H. Berkhof dan Dr. I. H. Enklaar,            Sejarah Gereja, Jakarta: P.T. BPK gunung Mulia, 1994
Dr. TH. Van Den End,                                   Harta dalam Bejana, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1988
Sumber internet :
 “Kekristenan di India”,https://id.wikipedia.org/wiki/Kekristenan_di_India (dikunjungi 22 Februari 2018).
“India”, https://id.wikipedia.org/wiki/India (dikunjungi 21 Februari 2018)




[1] J.D. Wolterbeek, Geredja2 di Negeri2 Tetangga Indonesia, (Jakarta: BPK, 1959), 19-21.
[2] “India”, https://id.wikipedia.org/wiki/India (dikunjungi 21 Februari 2018)
[3] “Kekristenan di India”,https://id.wikipedia.org/wiki/Kekristenan_di_India (dikunjungi 22 Februari 2018).
[4] Dr. H. Berkhof dan Dr. I. H. Enklaar, Sejarah Gereja, (Jakarta: P.T. BPK gunung Mulia, 1994), 352-356.
[5] Geredja2 di Negeri2 Tetangga Indonesia, 22-23.
[6] Geredja2 di Negeri2 Tetangga Indonesia,23-27.
[7] Geredja2 di Negeri2 Tetangga Indonesia, 27-29
[8] Geredja2 di Negeri2 Tetangga Indonesia,29-33.
[9] Geredja2 di Negeri2 Tetangga Indonesia,33-37.
[10] Geredja2 di Negeri2 Tetangga Indonesia,37-44.
[11] Geredja2 di Negeri2 Tetangga Indonesia, 44-51.
[12] Geredja2 di Negeri2 Tetangga Indonesia, 51-56.
[13] Anner Ruck, Sejarah Gereja Asia, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2008)15
[14] Dr. TH. Van Den End. Harta dalam Bejana, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1988), 94
[15] https://id.wikipedia.org/wiki/Kekristenan_di_India/ (dikunjungi 22 Februari 2018)
[16] Anner Ruck, Sejarah Gereja Asia, 14

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KOTBAH Lukas 18 : 1 - 8

PERTANYAAN YANG MUNCUL DARI LUKAS 18 : 1-8

LATIHAN SOAL BAHASA INGGRIS